DragonSyafinaPooh's Site
Menu
Search
...
...
Our poll
Rate my site
Total of answers: 51
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Main » 2010 » November » 5 » DON'T EVER GIVE UP
3:01 PM
DON'T EVER GIVE UP
"PUNYA SUAMI BELAGA ARTIS”,
Begitulah gambaran Tiar terhadap suaminya, Dewa.
Dewa adalah suami ketiga Tiar. Pernikahan pertama dan keduanya amblas.
Kisah pernikahan ketiga Tiar ini terbilang unik.
Dewa sendiri sebenarnya adalah pegawai Tiar yang dikenalkan oleh suami keduanya.
Tentu saja, waktu itu Tiar dan suami keduanya masih terikat tali perkawinan sebelum timbul "rasa cinta” pada Dewa.

Pernikahan pertama Tiar gagal karna alasan materi, juga karna usia menikah yang masih teramat muda.
Hari – hari mereka hanya diwarnai pertengkaran fisik yang mengarah pada KDRT.
Beberapa bulan setelah anak pertamanya lahir, Tiar memutuskan cerai dari suami pertamanya.
Perceraian mereka beberapa minggu sebelum Tiar merayakan ulang tahunnya yang ke tujuh belas.

Setelah bercerai, Tiar memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya.
Dibantu orang tuanya dan baby sitter, Tiar membesarkan anak pertamanya tanpa suami.
"ini jauh lebih baik”, jawab Tiar pada sahabatnya yang bertanya kenapa tidak mencari Papa untuk anaknya…

Lalu dalam perjalanan harinya, Tiar bertemu dengan suami keduanya yang kebetulan adalah teman mainnya waktu kecil. Dan mereka pun menikah..

Di pernikahan kedua ini Tiar melahirkan tiga orang anak.
Kebalikan dari suami pertamanya, suami kedua Tiar adalah seorang yang sangat baik hati.
Sangking baiknya, ia sampai menggunakan uang tabungan anak keduanya membantu sahabatnya yang sedang butuh.
Kebaikan suaminya itu semestinya tidak membuat Tiar berang kalau saja "memang pantas dibantu”.
"Lah ko’ yang dibantu orang yang tertangkap basah sedang makai narkoba”, cerita Tiar pada sahabatnya.
Kemarahan Tiar semakin menjadi saat mobil pemberian dari orang tuanya ikut nyangkut..
"Dia ketangkap basah makai dalam mobil kita” jelas suaminya lirih.

Tiar mencoba untuk bersabar..
Mencoba mengerti alasan suaminya jarang dirumah
Ada saja urusan yang ia kerjakan. Pengerjaan proyek, hangout bareng teman-temannya.
Dan sekali lagi bertahan tetap bersabar ketika melihat suaminya yang sudah tidak pulang seminggu karna alasan perkerjaan ternyata sedang kumpul dengan teman-temannya.
"Kenapa tidak pulang sebentar saja….? Tidak kangen dengan anak-anak…? Lihatlah anak-anak sebentar sebelum keluar lagi….” Dan suaminya hanya diam..

Bisa dibayangkan bagaimana kehidupan pernikahan mereka selanjutnya..
Tiar yang tetap bertahan mempertahankan pernikahannya dan suaminya yang semakin jarang dirumah.

Lalu pada suatu hari, suaminya membawa seseorang ke rumah.
Saat itu Tiar sudah berkerja menggantikan posisi orang tuanya sebagai pimpinan di perusahaan milik keluarga mereka.
"Ini Dewa. Nanti dia yang akan bantu-bantu dikantor”, jelas suami keduanya saat perkenalan itu.

Ternyata tugas Dewa bukan hanya membantu pekerjaan kantor, termasuk juga pekerjaan dirumah.
Membeli keperluan anak-anak sampai membeli keperluan Tiar sendiri..

Hingga pada saat Tiar siuman usai operasi caesar melahirkan putri ke empat, bukan suaminya yang ia lihat menjaganya. Namun, Dewa yang sedang terlelap disofa kamar VIP RS tempatnya melahirkan..

Sosok Dewa saat itu ibarat Sang Dewa bagi Tiar..
Segala kebutuhan wanita bersalin Dewa yang menyediakan.
Mengalir rasa haru saat Tiar melihat Dewa mengeluarkan box ranjang bayi dari bagasi taxi dan bungkusan-bungkusan keperluan bayinya.
"Abang mana….?” tanya Tiar.
"Abang lagi sibuk, kak..” jawab Dewa.

Dewa benar-benar telah menggantikan kewajiban suami Tiar, juga kewajiban seorang Ayah.
Keperluan istri, keperluan anak-anak, bahkan sarapan orang tua Tiar, Dewa yang menyediakan.
Lalu semua rasa itu mengalir begitu saja. Rasa sayang dan dambaan sosok suami yang sebenar-benarnya..
Paling tidak, itulah yang Tiar rasakan saat itu..

Pernikahan ketiga Tiar dengan Dewa berlangsung dengan sangat sederhana. Tidak semeriah pernikahan pertama dan keduanya.
Hanya ada orang tua perempuan Tiar, tanpa kehadiran orang tua maupun keluarga Dewa.
Bisa dimaklumi alasan keluarga Dewa tidak ikut serta menghadiri acara sakral itu.
Saat menikah dengan Tiar, usia Dewa masih 25 tahun, dan usia Tiar sendiri 30 tahun.
Pernikahan itu berlangsung beberapa bulan setelah Tiar cerai dari suami keduanya.
Juga beberapa bulan setelah wafatnya Ayah Tiar.

Bahagiakan Tiar dengan pernikahan ketiga ini..?
Sahabat-sahabatnya hanya bisa terdiam menggenggam kepalan tangan Tiar..
Hanya itu yang mereka bisa lakukan untuk meredakan semua kekesalan Tiar atas tingkah suami ketiganya ini.
"Aku tidak punya apa-apa lagi, semua sudah atas namanya”.
"Aku hanya menangis setiap membaca obrolan mesra dari hpnya”.

Tiar sudah teramat lelah untuk berang.
"Aku menyerah”, ujarnya lirih..

Sahabat-sahabat Tiar bisa merasakan perih itu..
Juga arti kata "menyerah” yang terucap dari bibirnya.

Tiar bukanlah berasal dari keluarga harmonis.
Ada alasan tertentu Ayah Tiar menikah lagi.
Sudah tontonan sehari-hari bagi Tiar melihat pertengkaran kedua orang tuanya.
"Mau lihat UFO…? Kerumah ku saja”, kelakar Tiar pada sahabatnya.

Semua sumpah serapah Ibunya bagi Tiar hanya bentuk rasa cinta yang mendalam.
Satu-satunya abang Tiar lari dari asrama sekolahnya setelah mendengar Ayah mereka menikah lagi.
Namun Tiar merasa sangat tidak adil bila ia yang dijadikan sasaran kekesalan Ibunya.
"Aku dikatakan pembawa sial”, adu Tiar dulu pada sahabatnya.

Hidup Tiar semakin tak terarah..
Pernikahan Ayah Tiar dan pelampiasan amarah Ibunya terhadap Tiar sudah cukup membuatnya jatuh ke lorong hitam.
Ditambah lagi dengan kecaman dari keluarga Ibunya yang latah ikut menganggapnya pembawa sial.
Belum lagi perseteruan gono gini antara Ibunya dengan Istri muda Ayahnya, sepeninggal suami mereka.
Dan hantaman terakhir dari pernikahannya yang berkali-kali kandas.

Kegagalan pernikahan ketiga membuat sahabat-sahabat Tiar sadar telah keliru menilai dirinya..
"Ternyata ia tidak setangguh yang terlihat”, ucap salah seorang sahabatnya.

"Yang pertama tidak pernah buat ku bahagia”
"Yang kedua terkadang buat ku bahagia juga menangis”
"Yang ketiga terlalu banyak air mata untuknya”
Pesan terakhir Tiar sebelum ia mengakhiri hidupnya…

Medan, 11/5/2010
13:18.


❂❂.❂❂.❂❂.❂❂.❂❂.❂❂

❂❂.❂❂.❂❂.❂❂.❂❂

Jalani dan Laluilah setiap masalah dalam hidup dengan Akal, Nurani dan Iman..
Tidak adil bila kita memvonis mereka yang "menyerah” dengan sebutan tolol, bego dan sebutan sadis lainnya.
Kita tidak pernah tahu apa sebenarnya yang telah ia lalui..
Dan kita tidak pernah bisa merasakan apa sebenarnya yang telah ia rasakan..
Namun kita bisa belajar "Bersikap” dari semua "Kisah Kehidupan” yang terjadi disekeliling kita..

JANGAN PERNAH MENYERAH

Views: 515 | Added by: syafina | Tags: Cerita Kehidupan | Rating: 5.0/1
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
AL-QUR'AN
Entries archive
...
recommended link Cerita Kehidupan BlackBerry Themes Cellular pc Blackbery Themes BlackBerry InFo Kalimah APP BB Games themes blackberry 'bout me Software BlackBerry Image themes games Screensavers Tips app blackberry blackberry app blackberry software songs blackberry game cerita
Calender
«  November 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930
BookMark
Login form
Copyright MyCorp © 2017Create a free website with uCoz