DragonSyafinaPooh's Site
Menu
Search
...
...
Our poll
Rate my site
Total of answers: 51
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Main » 2011 » September » 23 » TEMPERAMENTAL PARENT
2:50 PM
TEMPERAMENTAL PARENT

Bagaimana menurut pendapat Anda tentang sikap temperamental (mudah emosional) orang tua terhadap anak-anaknya…?

Barangkali akan banyak sanggahan yang akan kita ajukan (bila kita termasuk temperamental parent). Salah satunya dengan mengalasankan tingkat stress yang tinggi, kepadatan aktivitas, kondisi kesehatan yang menurun, lingkungan sekitar yang menjemukan dan lainnya..

Dalam visual anak, sosok seorang Ayah adalah tokoh yang menggambarkan kekuatan, keamanan dan kebijaksanaan. Dan Ibu lebih menggambarkan pada tokoh lembut yang penuh dengan kasih sayang, pengertian dan pelindung.

Namun, bagaimana pula visual anak terhadap orang tuanya yang temperamental…? Akankah akan berubah menjadi tokoh-tokoh Nightmare yang menakutkan baginya…? Bisa jadi…!!!

Sungguh tidak adil apabila orang tua dengan mengajukan alasan-alasan tersebut diatas menganggap sikap temperamental harus bisa diterima dengan "wajar” oleh anak-anak mereka. Dan sungguh menggelikan bila ada dari orang tua yang mengatakan bahwa sikap temperamental mereka tersebut tidak mendatangkan efek buruk terhadap anak-anak mereka, "anak-anak tetap menyayangi saya, walau saya sering marah besar hanya karena hal sepele”.

Well…, bagaimana kalau kita merenung sejenak.. Pejamkan mata dan bayangkan kita pada posisi anak-anak. Lalu ingat kembali sikap-sikap temperamental yang pernah kita lakukan kepada mereka.. Misalnya, hanya karena masalah sepele, lantas kita berteriak-teriak didalam rumah.. Selanjutnya, silahkan Anda sendiri yang menyimpulkan..

Pada umumnya, anak-anak yang sering mengalami perlakuan temperamental orang tuanya akan mengalami depresi, kurangnya kosentrasi maupun kemauan untuk belajar serta memiliki konsep diri yang rendah. Juga perilaku yang tidak berbeda jauh dari orang tuanya sesuai yang ia terima sehari-hari.. Anak menjadi pemarah dan suka mengatur. Jangan pernah menyangkal bahwa anak-anak adalah Pengamat Dunia.. Mereka sangat peka terhadap tanda-tanda alam dan mengamati sekelilingnya secara menyeluruh..

Setiap orang tua pasti mengharapkan generasi penerusnya kelak akan memiliki sikap dan sifat terpuji yang ada pada diri orang tuanya. Dan tidak ada satupun orang tua yang menghendaki anak-anaknya meneruskan sifat dan sikap kurang baik yang juga ada pada dirinya (diri setiap manusia).

❅❅❅❅❅❅❅❅❅❅❅❅❅❅❅

Sedikit riwayat hidup penulis..

Penulis adalah anak kedua dari dua orang bersaudara yang hanya memiliki satu orang kakak laki-laki. Saat berusia sekitar sebelas tahun, orang tua penulis dikarenakan alasan tertentu berpoligami dengan seorang wanita yang waktu itu sedang mempromosikan barang-barang inventaris kantor.

Sebelum adanya keputusan untuk berpoligami, kehidupan penulis bisa dikatakan tentram dan berkecukupan dengan Ayah yang memiliki perkebunan dan Ibu yang memiliki beberapa ruko serta sebuah gedung pendidikan. Namun setelah kehadiran orang kedua, rumah tangga yang awalnya hening dengan keharmonisan berubah menjadi hiruk pikuk saling tuding, umpat hingga berseliweran "ufo” disekitar ruangan tempat mereka beradu argumen.. Sikap temperamentalpun muncul dalam diri orang tua perempuan penulis. Sikap temperamental yang akhirnya mengarah kepada mencari "Seksi Pelampiasan”. Kakak laki-laki penulis yang tidak sanggup menghadapinya memilih untuk melanjutkan sekolah diluar kota.

Ada pengalaman masa kecil yang sampai dengan detik ini menjadi traumatis bagi diri penulis sendiri. Yaitu saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, Ayahnya hampir melindas tubuh Ibunya yang menghalangi mobil Ayahnya pergi kerumah istri mudanya.

Kesimpulannya..

Sangat jarang terjadi anak-anak yang mengalami traumatis pada masa kecilnya bisa hidup normal ditengah-tengah masyarakat dalam perkembangan usianya. Dan kita semua pasti tidak pernah mengharapkan mengalami dampak anak-anak yang memiliki tekanan mental yang pada umumnya sering melakukan tindak kriminal.

Perlu kita ketahui bersama, peran serta kita sebagai sesama manusia secara tidak langsung dapat membentuk pribadi dan karakter mereka.. Menjauhi maupun memusuhinya berarti kita telah membentuk boom waktu yang kapan saja dapat meledak dan merugikan orang-orang disekitarnya…

Akhir kata..

Orang tua memiliki peranan yang besar dalam pertumbuhan putra putrinya menuju kedewasaan diri. Peran Ayah maupun Ibu akan sulit terlaksana dengan baik bila dalam keluarga terjadi perceraian, kematian atau keputusan untuk Poligami / Poliandri..

Bumi Medan, 25.06.2010.




Views: 634 | Added by: syafina | Tags: Cerita Kehidupan | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
AL-QUR'AN
Entries archive
...
recommended link Cerita Kehidupan BlackBerry Themes Cellular pc Blackbery Themes BlackBerry InFo Kalimah APP BB Games themes blackberry 'bout me Software BlackBerry Image themes games Screensavers Tips app blackberry blackberry app blackberry software songs blackberry game cerita
Calender
«  September 2011  »
SuMoTuWeThFrSa
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
BookMark
Login form
Copyright MyCorp © 2017Create a free website with uCoz